Rekomendasi Control Panel VPS Terpopuler dan Gratis

  • Home
  • blog
  • Rekomendasi Control Panel VPS Terpopuler dan Gratis
blog image

Virtual Private Server (VPS) adalah salah satu jenis layanan hosting yang mampu memberikan performa lebih tinggi jika dibandingkan dengan web hosting biasa. Ketika berlangganan berlangganan VPS, kamu hanya akan mendapatkan server kosong dimana server tersebut hanya berisi sistem operasi. Untuk lebih mudah dalam mengelola server, kamu bisa menggunakan control panel hosting. Sebelum membahas lebih jauh tentang control panel hosting ada beberapa hal yang harus kamu ketahui serta pertimbangkan.

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, sebenarnya memungkinkan untuk menjalankan website ataupun aplikasi tanpa memiliki control panel, namun kamu harus mengelola semuanya secara manual, apalagi jika kamu masih awam dengan coding. Control panel hadir untuk mengelola server tanpa pengetahuan teknis yang mumpuni karena control panel memiliki tampilan graphical user interface (GUI) yang mudah digunakan. Control panel mampu memberikan optimisasi tambahan dan fitur pengamanan tambahan untuk server.

Terdapat beberapa pilihan untuk VPS baik yang gratis maupun berbayar. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas apa itu control panel dan 5 rekomendasi control panel gratis untuk VPS.

Apa Itu Control Panel VPS?
Control panel adalah sebuah perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola layanan digital pada server dan hosting. Sebelum adanya control panel sebenarnya masih terdapat cara untuk mengatur hosting, namun cara ini sangat sulit dan membutuhkan kemampuan teknis tinggi.

Fungsi Control Panel VPS

Control panel sanggup menjalankan beberapa fungsi yang bisa diotomatisasi untuk membantu pengelolaan website, server, database, dan aplikasi. Berikut adalah beberapa fungsi dari control panel hosting.

1. Mengatur website, domain, dan subdomain

Dengan menggunakan control panel pengguna bisa mengatur website, domain, dan subdomain dengan mudah. Pengguna juga bisa memasukkan domain baru ke website, mengganti domain, memasukkan subdomain kepada domain yang sudah ada, hingga melakukan cloning data dan konten sebuah website domain ke domain lain.

Selain itu pengguna juga bisa melakukan back-up website dengan alasan keamanan, bisa juga sebagai langkah preventif sebelum melakukan perombakan website. Fitur lainnya adalah mengaktifkan atau menonaktifkan website, domain, dan subdomain jika sudah tidak digunakan atau terjadi kendala.

2. Menginstal aplikasi

Melalui control panel hosting pengguna juga bisa menginstall aplikasi pendukung secara otomatis ke website. Proses instalasinya juga mudah, pengguna hanya perlu mengklik tombol yang telah disediakan dan aplikasi akan terinstall secara otomatis.

Aplikasi tersebut contohnya adalah aplikasi Content Management System (CMS). Melalui control panel hosting pengguna bisa menginstall CMS populer seperti misalnya WordPress, Drupal, atau Joomla dengan mudah. Sesuaikan jenis CMS dengan website yang akan dibangun

Selain itu pengguna juga bisa memasang software antivirus dan sertifikat SSL pada website agar website lebih terjamin keamanannya dari serangan virus, malware, maupun serangan siber lainnya.

3. Melihat penggunaan CPU, RAM, dan Storage

Layanan VPS akan menggunakan CPU, RAM, dan ruang penyimpanan untuk menjalankan serta menyimpan data-data website atau aplikasi. Memantau penggunaan CPU, RAM, dan storage ini dapat membantu pengguna untuk memastikan server selalu stabil.

Penggunaan yang melebihi resource dapat berdampak ke layanan VPS hingga performa layanan yang berjalan di atasnya. Performa server dapat menjadi turun, akses lambat, bahkan tidak dapat diakses jika penggunaan resource melampaui batas. Melalui control panel, pengguna dapat memastikan seluruh resource masih di ambang batas normal dan bisa membuat pengguna tahu kapan akan meningkatkan resource.

4. Mengelola dan menambahkan email

Kamu bisa mendapatkan email yang terafiliasi dengan website dan memiliki nama unik. Keunggulan sebuah hosting adalah pengguna bisa membuat email yang lebih personal dan terpercaya seperti namaemail@namadomain.com. Penggunaan email yang lebih personal seperti ini juga bisa meningkatkan kepercayaan pengunjung website.

Pengguna juga bisa mengelola email yang masuk dengan control panel hosting, menambahkan email alias yang bisa menautkan nama email lain tapi tetap masuk ke inbox nama email yang sama, fitur auto-reply, dan forwarding email sekaligus. Pengguna juga dapat menambahkan fitur anti spam kepada email yang masuk.

5. Meninjau statistik website

Selain bisa untuk melihat penggunaan resources, control panel juga bisa melihat statistik dari pengunjung yang berkunjung dari website. Control panel hosting juga bisa melihat demografi dan dari mana traffic tersebut datang. Data ini sekaligus bisa dijadikan kamu sebagai pemilik bisa memaksimalkan pengunjung website dari mengetahui data statistik mereka.

Selain itu control panel hosting juga bisa memantau statistik lain misalnya jumlah storage yang digunakan traffic, total data yang diambil dari email dan website dan lainnya. Pastikan kamu selalu mengakses bagian ini agar bisa meningkatkan performa website.

Rekomendasi Control Panel Gratis untuk VPS

Nah, setelah mengetahui pengertian dan fungsi control panel selanjutnya kita akan membahas contoh-contoh control panel hosting yang populer.

1. aaPanel

AaPanel merupakan control panel hosting gratis yang bisa kamu gunakan untuk mengelola server, membuat website, memonitor resource dengan mudah. Dashboard dari aaPanel menampilkan apa saja yang dibutuhkan serta terdapat fungsi dari masing-masing menu agar pengguna cepat memahami penggunaannya.

Selain itu aaPanel kompatibel dengan beberapa distro Linux seperti CentOS, Ubuntu, dan Debian. Dengan menggunakan aaPanel kamu juga bisa mengelola file pada server dengan file management yang mudah digunakan, selain itu juga terdapat fitur one-click install untuk menginstall aplikasi tambahan, mengiinstal web server, ekstensi tambahan, dan hal lainnya untuk semakin mempermudah pengelolaan server.

2. Webmin

Webmin memiliki tampilan yang lebih kompleks dan lebih ditujukan untuk developer, karena itu dibutuhkan kemampuan teknis lebih untuk mampu mengoperasikan Webmin. Selain itu webmin memiliki user interface yang ringan dan tidak membebani server, jadi Webmin cocok jika kamu memiliki VPS dengan sumber daya terbatas

Selain itu, Webmin memiliki kompatibilitas tinggi dengan banyak sistem operasi seperti keluarga Unix maupun Linux hingga Windows. Sistem hierarki pada user Webmin juga bisa diterapkan sehingga admin membatasi akses ke pengguna Webmin yang lain dengan tingkatannya lebih rendah. Webmin bisa kamu instal secara gratis pada layanan VPS milikmu.

3. Webuzo

Selanjutnya adalah Webuzo, control panel gratis ini memiliki kelebihan dimana Webuzo bisa digunakan oleh banyak user yang masing-masing user bisa melakukan hal-hal yang telah diberikan pada user tersebut, sehingga manajemen server bisa lebih terstruktur dan mudah.

Webuzo bisa diinstal di banyak distro Linux seperti CentOS, AlmaLinux, dan Ubuntu. Selain itu, Webuzo memberikan pengguna kemampuan untuk mengotomatiskan tugas manajemen server sehingga kamu bisa fokus untuk mengambangkan website ataupun aplikasi yang berjalan pada VPS

4. Cyberpanel

Cyberpanel adalah rekomendasi control panel gratis untuk VPS selanjutnya. Kelebihan dari Cyberpanel salah satunya adalah karena memiliki tampilan GUI yang indah dan ringkas, namun memberikan informasi-informasi yang dibutuhkan seperti misalnya status server dan penggunaan resource.

Hal lainnya yang menarik dari Cyberpanel adalah layanan ini berjalan dengan web server Litespeed yang selama ini dikenal memiliki kecepatan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan web server lainnya. Cyberpanel juga memiliki WordPress manager yang bisa digunakan untuk mengelola website berbasis WordPress dengan lebih mudah.

5. VestaCP

Terakhir adalah VestaCP, control panel yang bisa kamu gunakan secara gratis ini memiliki tampilan yang simpel namun penuh fungsi. Salah satu keunggulan dari VestaCP adalah memiliki built-in Softaculous yang bisa kamu gunakan untuk menginstall aplikasi seperti CMS dan Database dengan mudah cukup dengan sekali klik dengan total hingga 439 aplikasi yang bisa diinstall.

Selain itu VestaCP memiliki tampilan yang ringan dan mampu memberikan optimisasi kepada server mengikuti sumber daya yang dimiliki bahkan dengan VPS yang memiliki RAM dibawah 1 GB, VestaCP mampu meng-handle 8 ribu traffic ke website setiap harinya. VestaCP bisa diinstal secara gratis. Vesta juga menggunakan nginx dan phpfm untuk memberikan performa caching yang bisa membuat layanan lebih cepat. Terakhir, VestaCP mendukung beberapa distro Linux seperti RHEL, CentOS, Debian, dan Ubuntu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

whatsappGet WhatsApp Now